“Ladies and gentlemen, as we start our descent, please make sure your seat backs and tray tables are in their full upright position. Also, make sure your seat belt is securely fastened and all carry-on luggage is stowed underneath the seat in front of you or in the overhead bins. Thank you.“
Suara pramugari dari pengeras suara yang memberi tahu mereka bahwa sudah tiba di tujuan dan pesawat akan mendarat seluruh penumpang di kabin pesawat bersiap untuk turun dengan tertib.
Setelah pesawat mendarat dengan sukses, Ailee mengerjapkan matanya berkali-kali serta mengusap kedua matanya yang masih terasa berat karena rasa kantuk yang masih tersisa dengan rambut yang sedikit berantakan hasil tertidur di pesawat. Karena ailee terbang sendiri dan tidak ada yang bisa ia tonton karena daftar list drama sudah ia tonton semua akhirnya ia menghabiskan waktu di pesawat dengan tidur yang kebetulan ailee memang sangat mengantuk untuknya saat berangkat ke bandara Karena semalam ia tidak tidur dan tadi harus ke Bandara jam 10 siang.
Penerbangan dengan waktu tempuh kurang lebih 20 jam sudah berakhir dan disinilah ailee sekarang, di Jakarta, ia kembali lagi setelah 5 bulan di Vancouver-Canada. Ailee melangkahkan kakinya berjalan memecahkan kerumunan orang-orang di Bandara Soekarno-Hatta, banyaknya orang yang berlalu lalang sambil menyeret koper serta beberapa bawaan lainnya membuat kepala ailee sedikit pusing, padahal jam 6 masih sangat pagi sekali untuk orang harus berada di bandara, hingga akhirnya ia meninggalkan area sekitarnya lalu berjalan menuju ke arah gedung parkiran karena yang ailee tahu pak tuta yaitu supir Diego, Sepupu ailee akan menjemputnya disana.
Dan benar saja sampainya ailee di sekitar gedung parkiran sudah ada pak tuta yang berdiri di samping mobil berwarna hitam sambil melambaikan tangannya ke ailee, ailee yang tahu langsung menghampiri orang yang menyapanya. Sampai didepannya ailee berkata “pagi pak, hehe maaf ngerepotin ya pak tuta pagi-pagi udah jemput ailee” ucap ailee
“Gapapa Non kan udah biasa, mas Diego juga gitu jadi sama sekali gak ngerepotin, mari saya bantu bawa barangnya ke bagasi” balas pak tuta sembari meraih koper milik ailee lalu memasukannya ke bagasi mobil. setelah selesai menaruh barang ailee pak tuta masuk ke kursi kemudi menyusul ailee yang sudah duduk di kursi penumpang belakang, “langsung ke apart nya Diego ya pak, saya mau istirahat” ucap ailee, “Siap neng” ucap pak tuta dengan mengangguk paham lalu perlahan mobil hitam itupun pun berjalan menjauh keluar dari area bandara.
Sementara di tempat yang sama tapi dengan waktu yang berbeda pesawat yang dinaiki Diego, Jorgeo dan Hikael baru saja mendarat dan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Setelah ketiganya turun dari pesawat yang nampak di pandangan pertama ketiganya adalah banyaknya para media yang sudah ada disana dan menunggu, terlebih lagi menunggu Jorgeo yang sudah jelas bintang yang ditunggu.
Hikael yang awalnya sudah terbiasa dengan keramaian media pun tidak merasa tertekan dengan flash kamera para media, tapi berbeda untuk saat ini karena sudah beredar rumor yang sedang ramai tentangnya di platfrom terlebih lagi tentang siluet dan nomor andalan miliknya yang sudah tertera di media sosial official milik tim 127’Racing Speed.
Untungnya hal itu tidak berlangsung lama karena kondisi kembali kondusif saat para bodyguard yang dengan sigap mengamankan kondisi di Bandara dan berada di sekitar ketiganya.
